Sabtu, 16 Maret 2013

Kultum Leti,



“Syubbanul Yaum, Rijaalul Ghod”
*Leti Latifah
Masa muda adalah masa dimana keberanian, semangat, dan tujuan hidup harus sudah dirancang, harus sudah menggenggam target-target hidup yang cemerlang,  harus anti dengan istilah “MALAS”, harus berperang dengan yang namanya “GENGSI”, harus pandai bergaul, pandai berkomitmen dan cerdas dalam menentukan pilihan alias think smart, positif tinking,  dan harus berjuang untuk meraih CITA dan CINTA dan HARAPAN. Sehingga, pemuda saat ini mempunyai kepribadian yang berkualitas sebagai cikal bakal pemipin bangsa dan negara yang ideal, dan cikal bakal pemimpin yang super ideal bagi keluarganya dikemudian hari, baik laki-laki ataupun perempuan. Sebagaimana disebutkan dalam syair Arab  yang sangat populer, mengatakan ”syubbanul yaum, rijalul Ghod”. Yang artinya, pemuda hari ini adalah pemimpin di kemudian hari (esok).
Pemuda muslim haruslah menjadi pionir, menjadi agent of change, terutama pada era modern ini, yang mana mayoritas  pemuda Indonesia kehilangan akhlaknya, kepribadiannya, mereka bangga dengan budaya-budayya negara lain, mereka lupa akan kepribadian bangsanya sendiri, bak seekor harimau yang kehilangan taringanya, bak seekor singa jantan yang kehilangan bulunya. Naudzubillah himindzalik.
Di era modern ini juga, masih ada pemuda yang kehilangan sifat kemandiriannya, dan kepercaya diriannya. Mereka tidaklah lagi membanggakan dirinya. Contohnya, Mereka yang berasal dari keluarga kaya mengatakan “Tuh liat Bapak saya, tuh liat, Ibu saya, tuh liat keluarga saya, mereka mempunyai segalanya, aku tinggal minta pada mereka, tidak ada susahnya, santai aja,,, ”. Adapun seorang pemuda yang berasal dari keluarga miskin tidak berusaha untuk memperbaikinya, mereka hanya mengatakan,” Ah, hidup itu cuma gitu-gitu aja, apalagi hidup di desa. Gak usah sekolah tinggi-tinggi, tetap aja, ayahku juga jadi seorang petani, ibuku hanya seorang tukang cuci, kerja di dapur,  jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi paling anaknya juga tiak jauh dari orang tuanya..”
Sungguh miris bila kita saksikan dengan keadaan dan mental pemuda seperti itu, tak terbayangkan jika semua pemuda mempunyai mental picik, mental kerupuk seperti itu, yang pada hakikatnya, mereka yang kaya, mereka hanya membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya, padahal hakikatnya ia (pemuda)  tidak mempunyai apa-apa, ia miskin. Sedangkan ia yang miskin, sungguh lemot pemuda seperti itu, tidak berjiwa besar, sungguhlah kedudukan itu bisa dirubah, asalkan mempunyai keberanian dan kepercaya dirian. Tidak sedikit orang yang yang berasal dari keluarga miskin, anak desa, namun ia bisa merubah nasib dan keadaan ekonominya, ia bisa sukses, ia bisa jadi orang besar, karna ia berangkat dari jiwa-jiwa yang tegar, kuat, dan percaya diri, tidak berhati kerdil. Seperti yang kita ketahui tokoh kita, Chairul Tanjung si anak singkong… Bukan begitu?. Dalam hal ini, lagi-lagi syair Arab mengajarkan kita yang petuahnya sangat fenomenal bagi jiwa-jiwa pemberani yaitu ”Laisal fata, man yaqulu kana abi, walakinnal fata, man yaqulu haa anada,“ yang artiya, bukanlah seorang pemuda yang mengatakan itu lihat Bapak saya, tapi seorang pemuda ialah mereka yang berani mengatakan inilah SAYA…!!”. Subhanalloh.. itulah syair-syair Arab yang pernah Ustadz berikan kepada saya, sebagai pembakar semangat, sebagai suntikan energi positif agar mampu meraih mimpi.  Seperti bang Haji Roma pun berkata dalam syairnya dan pernah tertulis dalam novelnya sang pemimpi karya Andrea hirata,  yaitu  seuntai larik” masa muda adalah masa yang berapi-api
Jadi, kita sebagai generasi muda yang beberapa tahun mendatang akan menjadi pemeran utama di panggung yang nyata bagi bangsa ini. Sehingga wajiblah kita memupuk rasa semangat kebangsaan, dan harus dipupuk dari sekarang. Mulailah mimpi-mimpi itu kita rajut. Seperti salah satu pembakar jiwaku berkhotbah dalam dalihnya ” Saat ini, bukanlah saatnya bermimpi, tapi saat ini adalah saatnya kita beraksi…!!”. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semuanya pasti terjadi sesuai bagaimana kita memaksimalkan ikhtiar kita, selalu ada jalan untuk menuju Roma, selalu ada cara untuk meraih CITA-CITA, selalu ada cerita, untuk mendapat CINTA. “Man jadda wajada..!!” adalah syair Arab yang dinobatkan sebagai sihir ampuh bagi para pemuda pemudi yang sedang berkelana untuk meraih cita, cinta dan harapnya.
Oleh karena itu, mari kita genggam tangan kita, satukan tekad untuk meraih mimpi… saatnya pemuda bicara, saatnya pemuda beraksi untuk negeri ini.
******

**Nama saya leti latifah. Asal kota saya dari ciamis, Jawa Barat. Namun saat ini saya melanjutkan studi ku di IAIN sunan ampel Surabaya ambil fakultas syariah jurusan Muamalah semester 2. Alamat FB saya leti_zie@yahoo.com dan nama FB nya Leti Latifah. No HP. 085721127120. Di kampus saat ini, saya aktif di LPM Solidaritas, KAMMI, IPPNU, nyantri di pesantren mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan saya termasuk keluarga dari CSSMORA IAIN Sunan Ampel Surabaya.


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More