“Syubbanul Yaum, Rijaalul Ghod”
*Leti Latifah
Masa muda adalah masa dimana keberanian, semangat, dan tujuan hidup
harus sudah dirancang, harus sudah menggenggam target-target hidup yang
cemerlang, harus anti dengan istilah
“MALAS”, harus berperang dengan yang namanya “GENGSI”, harus pandai bergaul,
pandai berkomitmen dan cerdas dalam menentukan pilihan alias think smart,
positif tinking, dan harus
berjuang untuk meraih CITA dan CINTA dan HARAPAN. Sehingga, pemuda saat ini
mempunyai kepribadian yang berkualitas sebagai cikal bakal pemipin bangsa dan
negara yang ideal, dan cikal bakal pemimpin yang super ideal bagi keluarganya
dikemudian hari, baik laki-laki ataupun perempuan. Sebagaimana disebutkan dalam
syair Arab yang sangat populer,
mengatakan ”syubbanul yaum, rijalul Ghod”. Yang artinya, pemuda hari ini
adalah pemimpin di kemudian hari (esok).
Pemuda muslim haruslah menjadi pionir, menjadi agent of change,
terutama pada era modern ini, yang mana mayoritas pemuda Indonesia kehilangan akhlaknya, kepribadiannya,
mereka bangga dengan budaya-budayya negara lain, mereka lupa akan kepribadian
bangsanya sendiri, bak seekor harimau yang kehilangan taringanya, bak seekor
singa jantan yang kehilangan bulunya. Naudzubillah himindzalik.
Di era modern ini juga, masih ada pemuda yang kehilangan sifat
kemandiriannya, dan kepercaya diriannya. Mereka tidaklah lagi membanggakan
dirinya. Contohnya, Mereka yang berasal dari keluarga kaya mengatakan “Tuh liat
Bapak saya, tuh liat, Ibu saya, tuh liat keluarga saya, mereka mempunyai
segalanya, aku tinggal minta pada mereka, tidak ada susahnya, santai aja,,, ”.
Adapun seorang pemuda yang berasal dari keluarga miskin tidak berusaha untuk
memperbaikinya, mereka hanya mengatakan,” Ah, hidup itu cuma gitu-gitu aja,
apalagi hidup di desa. Gak usah sekolah tinggi-tinggi, tetap aja, ayahku juga
jadi seorang petani, ibuku hanya seorang tukang cuci, kerja di dapur, jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi paling
anaknya juga tiak jauh dari orang tuanya..”
Sungguh miris bila kita saksikan dengan keadaan dan mental pemuda
seperti itu, tak terbayangkan jika semua pemuda mempunyai mental picik, mental
kerupuk seperti itu, yang pada hakikatnya, mereka yang kaya, mereka hanya
membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya, padahal hakikatnya ia
(pemuda) tidak mempunyai apa-apa, ia
miskin. Sedangkan ia yang miskin, sungguh lemot pemuda seperti itu,
tidak berjiwa besar, sungguhlah kedudukan itu bisa dirubah, asalkan mempunyai keberanian
dan kepercaya dirian. Tidak sedikit orang yang yang berasal dari keluarga
miskin, anak desa, namun ia bisa merubah nasib dan keadaan ekonominya, ia bisa
sukses, ia bisa jadi orang besar, karna ia berangkat dari jiwa-jiwa yang tegar,
kuat, dan percaya diri, tidak berhati kerdil. Seperti yang kita ketahui tokoh
kita, Chairul Tanjung si anak singkong… Bukan begitu?. Dalam hal ini, lagi-lagi
syair Arab mengajarkan kita yang petuahnya sangat fenomenal bagi jiwa-jiwa
pemberani yaitu ”Laisal fata, man yaqulu kana abi, walakinnal fata, man
yaqulu haa anada,“ yang artiya, bukanlah seorang pemuda yang mengatakan itu
lihat Bapak saya, tapi seorang pemuda ialah mereka yang berani mengatakan
inilah SAYA…!!”. Subhanalloh.. itulah syair-syair Arab yang pernah Ustadz
berikan kepada saya, sebagai pembakar semangat, sebagai suntikan energi positif
agar mampu meraih mimpi. Seperti bang Haji
Roma pun berkata dalam syairnya dan pernah tertulis dalam novelnya sang pemimpi
karya Andrea hirata, yaitu seuntai larik” masa muda adalah masa yang
berapi-api”
Jadi, kita sebagai generasi muda yang beberapa tahun mendatang akan
menjadi pemeran utama di panggung yang nyata bagi bangsa ini. Sehingga wajiblah
kita memupuk rasa semangat kebangsaan, dan harus dipupuk dari sekarang.
Mulailah mimpi-mimpi itu kita rajut. Seperti salah satu pembakar jiwaku
berkhotbah dalam dalihnya ” Saat ini, bukanlah saatnya bermimpi, tapi saat ini
adalah saatnya kita beraksi…!!”. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Semuanya pasti terjadi sesuai bagaimana kita memaksimalkan ikhtiar kita, selalu
ada jalan untuk menuju Roma, selalu ada cara untuk meraih CITA-CITA, selalu ada
cerita, untuk mendapat CINTA. “Man jadda wajada..!!” adalah syair Arab yang
dinobatkan sebagai sihir ampuh bagi para pemuda pemudi yang sedang berkelana
untuk meraih cita, cinta dan harapnya.
Oleh karena itu, mari kita genggam tangan kita, satukan tekad untuk
meraih mimpi… saatnya pemuda bicara, saatnya pemuda beraksi untuk negeri ini.
******
**Nama
saya leti latifah. Asal kota saya dari ciamis, Jawa Barat. Namun saat ini saya
melanjutkan studi ku di IAIN sunan ampel Surabaya ambil fakultas syariah
jurusan Muamalah semester 2. Alamat FB saya leti_zie@yahoo.com
dan nama FB nya Leti Latifah. No HP. 085721127120. Di kampus saat ini, saya aktif
di LPM Solidaritas, KAMMI, IPPNU, nyantri di pesantren mahasiswa IAIN Sunan
Ampel Surabaya, dan saya termasuk keluarga dari CSSMORA IAIN Sunan Ampel
Surabaya.



0 komentar:
Posting Komentar