FILSUF KE EMPAT
ARISTOTELES
Mentransformasikan darinya dari hukum
bahwasannya ia berkata pada muridnya: ketahuilah sesungguhnya apa yang ada pada
manusia di dalam dunia, maka akan datang kepadanya: mencarinya atau tidak
mencarinya, dan apa yang ada padanya, maka tidak aka nada kekuatan. Dan barang
siapa yang memenangkan keselamatan, maka berhati-hatilah akan datangnya cedera,
atau kerusakan. Dan barang siapa yang kemudian kesehatannya menjadikan dirinya
sakit. Dan barang siapa yang menenangkan dirinya dengan keamanan, maka dia akan
merasakan ketakutan. Dan barangsiapa yang sampai pada akhir pengharapannya,
maka ia akan ingat akan datangnya kematian. Dan barang siapa yang mencintai
dirinya, maka ia akan tidak akan merasakan bahwa dirinya beruntung. Dan
barangsiapa yang taat pada agama, maka naiklah takdirnya atau nasibnya. Dan
barang siapa yang mementingkan hak atau kebenaran, maka sempurnalah keagungannya.
Dan barang siapa yang banyak kebahagiaannya karena bakatnya, maka ia akan
diperkuat dengan kecemasannya yang mencelakakannya. Dan barang siapa yang melakukan
jalan yang secara rasional, maka sampailah ia menyelesaikan apa yang
diinginkan. Dan barangsiapa yang tidak merasa bahagia di dunia, karena
sesungguhnya dia tidak menahan kekosongan atau yang perubahan yang kemungkinan
tidak akan pernah terjadi. Dan barang siapa yang menta’ati Allah Ta’ala. Maka
ia adalah raja. Sedangkan yang percaya selainnya maka ia akan binasa. Dan
kesengsaraan manusia dan seluruh kebodohannya dan yang lainnya, merupakan
kekikiran pada dirinya sendiri. Dan kebaikan itu lebih utama dari pada barang
dagangan. Dan berbuat baik pada manusia lebih utama dari pada pertanian ataupun
tanaman. Dan yang paling utama pekerjaan ialah apa-apa yang mewajibkan untuk
mengucapkan terima kasih atau penghargaan. Dan paling utama pekerjaan ialah apa
yang memberikan kepada temannya sebuah kenang-kenangan yang bagus. Dan
sebaik-baik manusia ialah yang menolak hawanya dan dunianya. Dan percaya kepada
Allah merupakan tujuan utama daan berserah diri kepadaNya merupakan perbuatan
yang cerdas. Dan yang terbaik kesabaran ialah dalam menghadapi musibah-musibah
dan qana’ah merupakan sumber kekayaan dan dasar dari kekekalan. Dan orang yang
berakal ialah yang memanfaatkan akan pentingnya waktu, dan meraih kesempatan di
manapun berada. Dan mendapatkan dirinya pada dirinya. Dan membekali diri setiap
hari untuk hari esok. Dan orang yang bodoh ialah yang tidak memikirkan
akibat-akibat dari sesuatu dan tidak mencari suatu kebaikan darinya. Dan orang
yang tegas ialah yang berbuat seolah-olah tidak percaya dengan hari-harinya dan
tidak merubah masalah-masalah yang telah mati. Dan sesuatu yang paling manis
ialah menghasilkan suatu karya yang kita harapkan dan menang dari musuh. Dan
rubah (seperti kancil) yang datang dengan sungguh-sungguh untuk mengalahkan
singa dibalik keberuntungannya. Dan malas itu mencegah dari apa yang kita
cita-citakan. Dan pendapat yang berserikat akan melahirkan kebenaran, dan
pendapat dari pemerintah akan menimbulkan kerusakan bahkan perpecahan. Dan yang
memfitnah itu masuk neraka. Dan orang yang menyepakatinya berarti telanjang.
Dan orang yang mengerjakannya ialah orang yang hina. Dan orang yang
mempercayainya ialah orang bodoh. Karena sesungguhnya orang yang membawa fitnah
pada manusia maka ia akan terjebak pada fitnah yang ia bawa, meskipun sedikitnya
iman, ketamakan yang sangat, atau piciknya tabiat atau mengharapkan
kemanfaatan. Dan penyakit penguasa ialah jeleknya tingkah laku. Dan penyakitnya
para mentri dan pemerintah dan pegawai
ialah tidak punya sopan santun. Dan barang siapa yang menyerang sesuatu dari
kebaikan dan kejelekan maka akan menjadikan kebahagiaan dan dan kesedihannya
sebagai takdirnya. Dan mempercayai Allah ta’ala itu harus diutamakan dari apa
yang diperkenankan seseorang dalam segala hal.
Mentransformasikan dari beberapa
pengecualian:
Dan
dari yang telah dikatakan tadi bahwa sesungguhnya sebagian dari
pembesar-pembesar negaranya berkata kepadanya:” hai orang-orang yang bijaksana
(hakim) ! apa sebab ketegasan kamu untuk tidak menghindari untuk mengiringi
atau mengikuti Alexander dan orang yang dekat dengannya dan apakah kamu
mengetahuinya?” maka berkata kepadanya : “ karena saya mengetahui sesungguhnya
raja-raja itu seperti api. Dan barang siapa yang dekat dengan api itu maka ia
akan terbakar. Tidak terpungkiri ia akan mendapatkan kerugian atau bahkan
celaka.
Dan
dari itu, apa yang dikatakan darinya sesungguhnya seorang laki-laki dari
muridnya bertanya kepadanya mengenai perkawinan dan meninggalkannya. Maka
berkata kepadanya: "ursan apa yang kamu kerjakan dan kamu sesali. Apakah
sesungguhnya dalam pernikahan itu berdasarkan beratnya mahar dan dibalik kisah
cintanya dia bahagia setiap bulannya bahkan sampai ia tua. Dan apakah
meninggalkan pernikahan maka di dalamnya akan terdapat banyak kematian dan
emnciptakan banyaknya perzinahan.”
Dan
dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya hal itu dibuat atau
diciptakan sebagai kebun dan kebanyakan darinya ialah kebun berry. Maka berkata
kepadanya sebagian dari sahabatnya: “kami tinggalkan , wahai hakim, telah
banyak di kebun-kebun yang membuat tanaman dari pohon berry dan juba banyak
dari tanaman pohon lobak. Kenapa seperti itu?” . Maka berkata: “ sesungguhnya
batangnya kayu dan buahnya basah dan daunnya dijual dengan emas.”
Dan
dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya raja dari kotanya
mendatanginya pada suatu hari pada hari musim dingin di majlisnya. Dan
menceritakan kepadanya kemudian datang pada sebuah meja, menyimpan diantara
kedua tangan mereka daging panggang yang gemuk. Kemudian berkata: ” wahai raja
! apa bumbu yang dari apa yang aku makan. Daging beruang yang diambil ketika
matahari mulai terbuka”.
Dan
dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian dari sahabatnya
berkata kepadanya: “wahai hakim ! yang manakah yang lebih diutamakan manusia
untuk kebaikannya: menjadikan raja yang adil: atau terbukti murah hati?” maka
berkata “ apabila raja yang adil dalam penjagaannya maka lakukanlah tanpa
diketahui adanya, pada mereka akan kemurahan hatinya.”
Dan
dari itu, apa yang dikatakn padanya, sesungguhnya suatu hari melihat wajahnya
pada seorang wanita, maka terlihatlah sesuatu yang telah tertulis dari
pertemuan yang tidak disengaja itu. Maka berkata” aib tidak hilang darinya, dan
tamu tidak akan hilang darinya sehingga ia hilang bersamanya”.
Dan
dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian masuk pada mentri
Alexander pada suatu hari, maka ditemukanlah pada tangannya itu sebuah buku
yang berjilid-jilid dan kemudian ia menyumpah manusia dengan sumpah yang jelek.
Mereka berkata kepadanya: “buku apakah ini wahai mentri?” maka ia berkata “
buku tata tertib diri”, maka berkata kepadanya: “maka apakah akan berhenti pada
pada apa yang ada dalam isi kandungannya? Dan menemukan kemurnian untuk
namanya?”. Maka wazir berkata kepadanya: “ia wahai hakim”. Maka Aristoteles
berkata kepadanya: “maka kenapa kamu tidak mengerjakan atas kehati-hatian dari
sumpah ini yang kau lontarkan kepada laki-laki ini, apakah untuk menyempurnakan
kehormatanmu?!”. Maka mentri itu telah berlebih-lebihan dari apa yang ia
katakana, dan dia mengulangi kembali pada hal itu.



0 komentar:
Posting Komentar