Senin, 24 Juni 2013

Mendalami arti kehidupan...

FILSUF KE EMPAT
ARISTOTELES
Mentransformasikan darinya dari hukum bahwasannya ia berkata pada muridnya: ketahuilah sesungguhnya apa yang ada pada manusia di dalam dunia, maka akan datang kepadanya: mencarinya atau tidak mencarinya, dan apa yang ada padanya, maka tidak aka nada kekuatan. Dan barang siapa yang memenangkan keselamatan, maka berhati-hatilah akan datangnya cedera, atau kerusakan. Dan barang siapa yang kemudian kesehatannya menjadikan dirinya sakit. Dan barang siapa yang menenangkan dirinya dengan keamanan, maka dia akan merasakan ketakutan. Dan barangsiapa yang sampai pada akhir pengharapannya, maka ia akan ingat akan datangnya kematian. Dan barang siapa yang mencintai dirinya, maka ia akan tidak akan merasakan bahwa dirinya beruntung. Dan barangsiapa yang taat pada agama, maka naiklah takdirnya atau nasibnya. Dan barang siapa yang mementingkan hak atau kebenaran, maka sempurnalah keagungannya. Dan barang siapa yang banyak kebahagiaannya karena bakatnya, maka ia akan diperkuat dengan kecemasannya yang mencelakakannya. Dan barang siapa yang melakukan jalan yang secara rasional, maka sampailah ia menyelesaikan apa yang diinginkan. Dan barangsiapa yang tidak merasa bahagia di dunia, karena sesungguhnya dia tidak menahan kekosongan atau yang perubahan yang kemungkinan tidak akan pernah terjadi. Dan barang siapa yang menta’ati Allah Ta’ala. Maka ia adalah raja. Sedangkan yang percaya selainnya maka ia akan binasa. Dan kesengsaraan manusia dan seluruh kebodohannya dan yang lainnya, merupakan kekikiran pada dirinya sendiri. Dan kebaikan itu lebih utama dari pada barang dagangan. Dan berbuat baik pada manusia lebih utama dari pada pertanian ataupun tanaman. Dan yang paling utama pekerjaan ialah apa-apa yang mewajibkan untuk mengucapkan terima kasih atau penghargaan. Dan paling utama pekerjaan ialah apa yang memberikan kepada temannya sebuah kenang-kenangan yang bagus. Dan sebaik-baik manusia ialah yang menolak hawanya dan dunianya. Dan percaya kepada Allah merupakan tujuan utama daan berserah diri kepadaNya merupakan perbuatan yang cerdas. Dan yang terbaik kesabaran ialah dalam menghadapi musibah-musibah dan qana’ah merupakan sumber kekayaan dan dasar dari kekekalan. Dan orang yang berakal ialah yang memanfaatkan akan pentingnya waktu, dan meraih kesempatan di manapun berada. Dan mendapatkan dirinya pada dirinya. Dan membekali diri setiap hari untuk hari esok. Dan orang yang bodoh ialah yang tidak memikirkan akibat-akibat dari sesuatu dan tidak mencari suatu kebaikan darinya. Dan orang yang tegas ialah yang berbuat seolah-olah tidak percaya dengan hari-harinya dan tidak merubah masalah-masalah yang telah mati. Dan sesuatu yang paling manis ialah menghasilkan suatu karya yang kita harapkan dan menang dari musuh. Dan rubah (seperti kancil) yang datang dengan sungguh-sungguh untuk mengalahkan singa dibalik keberuntungannya. Dan malas itu mencegah dari apa yang kita cita-citakan. Dan pendapat yang berserikat akan melahirkan kebenaran, dan pendapat dari pemerintah akan menimbulkan kerusakan bahkan perpecahan. Dan yang memfitnah itu masuk neraka. Dan orang yang menyepakatinya berarti telanjang. Dan orang yang mengerjakannya ialah orang yang hina. Dan orang yang mempercayainya ialah orang bodoh. Karena sesungguhnya orang yang membawa fitnah pada manusia maka ia akan terjebak pada fitnah yang ia bawa, meskipun sedikitnya iman, ketamakan yang sangat, atau piciknya tabiat atau mengharapkan kemanfaatan. Dan penyakit penguasa ialah jeleknya tingkah laku. Dan penyakitnya para mentri  dan pemerintah dan pegawai ialah tidak punya sopan santun. Dan barang siapa yang menyerang sesuatu dari kebaikan dan kejelekan maka akan menjadikan kebahagiaan dan dan kesedihannya sebagai takdirnya. Dan mempercayai Allah ta’ala itu harus diutamakan dari apa yang diperkenankan seseorang dalam segala hal.
Mentransformasikan dari beberapa pengecualian:
                Dan dari yang telah dikatakan tadi bahwa sesungguhnya sebagian dari pembesar-pembesar negaranya berkata kepadanya:” hai orang-orang yang bijaksana (hakim) ! apa sebab ketegasan kamu untuk tidak menghindari untuk mengiringi atau mengikuti Alexander dan orang yang dekat dengannya dan apakah kamu mengetahuinya?” maka berkata kepadanya : “ karena saya mengetahui sesungguhnya raja-raja itu seperti api. Dan barang siapa yang dekat dengan api itu maka ia akan terbakar. Tidak terpungkiri ia akan mendapatkan kerugian atau bahkan celaka.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan darinya sesungguhnya seorang laki-laki dari muridnya bertanya kepadanya mengenai perkawinan dan meninggalkannya. Maka berkata kepadanya: "ursan apa yang kamu kerjakan dan kamu sesali. Apakah sesungguhnya dalam pernikahan itu berdasarkan beratnya mahar dan dibalik kisah cintanya dia bahagia setiap bulannya bahkan sampai ia tua. Dan apakah meninggalkan pernikahan maka di dalamnya akan terdapat banyak kematian dan emnciptakan banyaknya perzinahan.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya hal itu dibuat atau diciptakan sebagai kebun dan kebanyakan darinya ialah kebun berry. Maka berkata kepadanya sebagian dari sahabatnya: “kami tinggalkan , wahai hakim, telah banyak di kebun-kebun yang membuat tanaman dari pohon berry dan juba banyak dari tanaman pohon lobak. Kenapa seperti itu?” . Maka berkata: “ sesungguhnya batangnya kayu dan buahnya basah dan daunnya dijual dengan emas.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya raja dari kotanya mendatanginya pada suatu hari pada hari musim dingin di majlisnya. Dan menceritakan kepadanya kemudian datang pada sebuah meja, menyimpan diantara kedua tangan mereka daging panggang yang gemuk. Kemudian berkata: ” wahai raja ! apa bumbu yang dari apa yang aku makan. Daging beruang yang diambil ketika matahari mulai terbuka”.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian dari sahabatnya berkata kepadanya: “wahai hakim ! yang manakah yang lebih diutamakan manusia untuk kebaikannya: menjadikan raja yang adil: atau terbukti murah hati?” maka berkata “ apabila raja yang adil dalam penjagaannya maka lakukanlah tanpa diketahui adanya, pada mereka akan kemurahan hatinya.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakn padanya, sesungguhnya suatu hari melihat wajahnya pada seorang wanita, maka terlihatlah sesuatu yang telah tertulis dari pertemuan yang tidak disengaja itu. Maka berkata” aib tidak hilang darinya, dan tamu tidak akan hilang darinya sehingga ia hilang bersamanya”.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian masuk pada mentri Alexander pada suatu hari, maka ditemukanlah pada tangannya itu sebuah buku yang berjilid-jilid dan kemudian ia menyumpah manusia dengan sumpah yang jelek. Mereka berkata kepadanya: “buku apakah ini wahai mentri?” maka ia berkata “ buku tata tertib diri”, maka berkata kepadanya: “maka apakah akan berhenti pada pada apa yang ada dalam isi kandungannya? Dan menemukan kemurnian untuk namanya?”. Maka wazir berkata kepadanya: “ia wahai hakim”. Maka Aristoteles berkata kepadanya: “maka kenapa kamu tidak mengerjakan atas kehati-hatian dari sumpah ini yang kau lontarkan kepada laki-laki ini, apakah untuk menyempurnakan kehormatanmu?!”. Maka mentri itu telah berlebih-lebihan dari apa yang ia katakana, dan dia mengulangi kembali pada hal itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More