This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Juni 2013

Mendalami arti kehidupan...

FILSUF KE EMPAT
ARISTOTELES
Mentransformasikan darinya dari hukum bahwasannya ia berkata pada muridnya: ketahuilah sesungguhnya apa yang ada pada manusia di dalam dunia, maka akan datang kepadanya: mencarinya atau tidak mencarinya, dan apa yang ada padanya, maka tidak aka nada kekuatan. Dan barang siapa yang memenangkan keselamatan, maka berhati-hatilah akan datangnya cedera, atau kerusakan. Dan barang siapa yang kemudian kesehatannya menjadikan dirinya sakit. Dan barang siapa yang menenangkan dirinya dengan keamanan, maka dia akan merasakan ketakutan. Dan barangsiapa yang sampai pada akhir pengharapannya, maka ia akan ingat akan datangnya kematian. Dan barang siapa yang mencintai dirinya, maka ia akan tidak akan merasakan bahwa dirinya beruntung. Dan barangsiapa yang taat pada agama, maka naiklah takdirnya atau nasibnya. Dan barang siapa yang mementingkan hak atau kebenaran, maka sempurnalah keagungannya. Dan barang siapa yang banyak kebahagiaannya karena bakatnya, maka ia akan diperkuat dengan kecemasannya yang mencelakakannya. Dan barang siapa yang melakukan jalan yang secara rasional, maka sampailah ia menyelesaikan apa yang diinginkan. Dan barangsiapa yang tidak merasa bahagia di dunia, karena sesungguhnya dia tidak menahan kekosongan atau yang perubahan yang kemungkinan tidak akan pernah terjadi. Dan barang siapa yang menta’ati Allah Ta’ala. Maka ia adalah raja. Sedangkan yang percaya selainnya maka ia akan binasa. Dan kesengsaraan manusia dan seluruh kebodohannya dan yang lainnya, merupakan kekikiran pada dirinya sendiri. Dan kebaikan itu lebih utama dari pada barang dagangan. Dan berbuat baik pada manusia lebih utama dari pada pertanian ataupun tanaman. Dan yang paling utama pekerjaan ialah apa-apa yang mewajibkan untuk mengucapkan terima kasih atau penghargaan. Dan paling utama pekerjaan ialah apa yang memberikan kepada temannya sebuah kenang-kenangan yang bagus. Dan sebaik-baik manusia ialah yang menolak hawanya dan dunianya. Dan percaya kepada Allah merupakan tujuan utama daan berserah diri kepadaNya merupakan perbuatan yang cerdas. Dan yang terbaik kesabaran ialah dalam menghadapi musibah-musibah dan qana’ah merupakan sumber kekayaan dan dasar dari kekekalan. Dan orang yang berakal ialah yang memanfaatkan akan pentingnya waktu, dan meraih kesempatan di manapun berada. Dan mendapatkan dirinya pada dirinya. Dan membekali diri setiap hari untuk hari esok. Dan orang yang bodoh ialah yang tidak memikirkan akibat-akibat dari sesuatu dan tidak mencari suatu kebaikan darinya. Dan orang yang tegas ialah yang berbuat seolah-olah tidak percaya dengan hari-harinya dan tidak merubah masalah-masalah yang telah mati. Dan sesuatu yang paling manis ialah menghasilkan suatu karya yang kita harapkan dan menang dari musuh. Dan rubah (seperti kancil) yang datang dengan sungguh-sungguh untuk mengalahkan singa dibalik keberuntungannya. Dan malas itu mencegah dari apa yang kita cita-citakan. Dan pendapat yang berserikat akan melahirkan kebenaran, dan pendapat dari pemerintah akan menimbulkan kerusakan bahkan perpecahan. Dan yang memfitnah itu masuk neraka. Dan orang yang menyepakatinya berarti telanjang. Dan orang yang mengerjakannya ialah orang yang hina. Dan orang yang mempercayainya ialah orang bodoh. Karena sesungguhnya orang yang membawa fitnah pada manusia maka ia akan terjebak pada fitnah yang ia bawa, meskipun sedikitnya iman, ketamakan yang sangat, atau piciknya tabiat atau mengharapkan kemanfaatan. Dan penyakit penguasa ialah jeleknya tingkah laku. Dan penyakitnya para mentri  dan pemerintah dan pegawai ialah tidak punya sopan santun. Dan barang siapa yang menyerang sesuatu dari kebaikan dan kejelekan maka akan menjadikan kebahagiaan dan dan kesedihannya sebagai takdirnya. Dan mempercayai Allah ta’ala itu harus diutamakan dari apa yang diperkenankan seseorang dalam segala hal.
Mentransformasikan dari beberapa pengecualian:
                Dan dari yang telah dikatakan tadi bahwa sesungguhnya sebagian dari pembesar-pembesar negaranya berkata kepadanya:” hai orang-orang yang bijaksana (hakim) ! apa sebab ketegasan kamu untuk tidak menghindari untuk mengiringi atau mengikuti Alexander dan orang yang dekat dengannya dan apakah kamu mengetahuinya?” maka berkata kepadanya : “ karena saya mengetahui sesungguhnya raja-raja itu seperti api. Dan barang siapa yang dekat dengan api itu maka ia akan terbakar. Tidak terpungkiri ia akan mendapatkan kerugian atau bahkan celaka.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan darinya sesungguhnya seorang laki-laki dari muridnya bertanya kepadanya mengenai perkawinan dan meninggalkannya. Maka berkata kepadanya: "ursan apa yang kamu kerjakan dan kamu sesali. Apakah sesungguhnya dalam pernikahan itu berdasarkan beratnya mahar dan dibalik kisah cintanya dia bahagia setiap bulannya bahkan sampai ia tua. Dan apakah meninggalkan pernikahan maka di dalamnya akan terdapat banyak kematian dan emnciptakan banyaknya perzinahan.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya hal itu dibuat atau diciptakan sebagai kebun dan kebanyakan darinya ialah kebun berry. Maka berkata kepadanya sebagian dari sahabatnya: “kami tinggalkan , wahai hakim, telah banyak di kebun-kebun yang membuat tanaman dari pohon berry dan juba banyak dari tanaman pohon lobak. Kenapa seperti itu?” . Maka berkata: “ sesungguhnya batangnya kayu dan buahnya basah dan daunnya dijual dengan emas.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya raja dari kotanya mendatanginya pada suatu hari pada hari musim dingin di majlisnya. Dan menceritakan kepadanya kemudian datang pada sebuah meja, menyimpan diantara kedua tangan mereka daging panggang yang gemuk. Kemudian berkata: ” wahai raja ! apa bumbu yang dari apa yang aku makan. Daging beruang yang diambil ketika matahari mulai terbuka”.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian dari sahabatnya berkata kepadanya: “wahai hakim ! yang manakah yang lebih diutamakan manusia untuk kebaikannya: menjadikan raja yang adil: atau terbukti murah hati?” maka berkata “ apabila raja yang adil dalam penjagaannya maka lakukanlah tanpa diketahui adanya, pada mereka akan kemurahan hatinya.”
                Dan dari itu, apa yang dikatakn padanya, sesungguhnya suatu hari melihat wajahnya pada seorang wanita, maka terlihatlah sesuatu yang telah tertulis dari pertemuan yang tidak disengaja itu. Maka berkata” aib tidak hilang darinya, dan tamu tidak akan hilang darinya sehingga ia hilang bersamanya”.
                Dan dari itu, apa yang dikatakan padanya sesungguhnya sebagian masuk pada mentri Alexander pada suatu hari, maka ditemukanlah pada tangannya itu sebuah buku yang berjilid-jilid dan kemudian ia menyumpah manusia dengan sumpah yang jelek. Mereka berkata kepadanya: “buku apakah ini wahai mentri?” maka ia berkata “ buku tata tertib diri”, maka berkata kepadanya: “maka apakah akan berhenti pada pada apa yang ada dalam isi kandungannya? Dan menemukan kemurnian untuk namanya?”. Maka wazir berkata kepadanya: “ia wahai hakim”. Maka Aristoteles berkata kepadanya: “maka kenapa kamu tidak mengerjakan atas kehati-hatian dari sumpah ini yang kau lontarkan kepada laki-laki ini, apakah untuk menyempurnakan kehormatanmu?!”. Maka mentri itu telah berlebih-lebihan dari apa yang ia katakana, dan dia mengulangi kembali pada hal itu.

Selasa, 18 Juni 2013

Antara Aku, Engkau dan Pare Kertas




Sabtu, 15 juli 2013,
            Liburan semester II bisa dikata, sudah di depan mata. Tentu acara beres-beres buku yang aku simpan di dalam kardus dan baju di almari harus bin wajib saya lakukan. Mengingat barang-barang itu harus aku tinggalkan selama liburan, dan yang lebih pentingnya lagi mengenai kejelasan tempat tinggal saya dan teman-teman CSSMORA kedepannya. Sehingga  Tepatnya sore, pukul 15.19 tangan ini mengajakku untuk membuka lembaran-lembaran putih, yang memang keadaannya sudah terkena debu juga sedikit tak beraaturan, dan pada akhirnya aku coba membersihkan dan membereskannya.
            Namun tak hanya itu, tujuan awal saya membuka ulang kardus itu tidak lain untuk mencari materi mengenai cara penulisan resensi yang pernah saya dapat dari kajian Solidaritas beberapa bulan lalu.. Namun, ditengah pencarian itu, tiba-tiba satu kertas terjatuh dari genggaman kertas-kertas yang ada di tanagan dan memaksa saya untuk segera mengambilnya. Setelah saya dapatkan, seketika itu aku membacanya, dan ternyata tulisan itu, mengingatkanku akan momen-momen asam manis perjalanan yang pernah saya dan teman-teman CSSMORA ’12 alami, di pare tepatnya.
Bisa dikata, tulisan ini adalah plan and memo, atau bahkan curhat gak jelas, atau bahkan humor gak jelas mengingat tulisannya yang bersambung itu berubah menjadi 3 bahasa yang sejatinya diperintahkan satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Namun lebih jelasnya, tulisan ini merupakan perintah dari salah satu tutor saya yaitu Mr. Mulyadin.
Pada akhirnya saya baca tulisan itu yang kesekian kalinya, namun tetap saja. Tulisan ini membuat perutku sakit karena menahan tawa. Tulisan yang sangat jenaka, berbahasa Jawa, Inggris dan Indonesia plus kata-kata yang harus bin wajib untuk di sensor. Namun tetap saja, disetiap lembaran kertas jenaka itu tersimpan untaian kata-kata inspiratif dan mimpi-mimpi yang teman-teman cita-citakan. Tulisan ini memang dibuat bebas, mengingat si penulis sengaja tidak mencantumkan namanya karena sudah menjadi peraturan game ini. Sehingga para penulis bebas berkreasi untuk menggoreskan apa yang di benak teman-teman semua.
Inilah salah satu isi kertas jenaka, pare in Love…
Great… !
CSSMORA….!
Loyalitas. Tanpa batas..!

Sabtu, 15 Juni 2013

SETELAH KEHIDUPAN, PASTI AKAN DATANGNYA KEMATIAN




Hari senin, Surabaya, 10 juni 2013 yang mestinya masuk kelas intensive. Namun melihat beberapa pesan dari teman-teman bahwasannya hari ini libur, maka hal ini memaksaku untuk melanjutkan petualanganku di dunia kapuk. Hingga pada akhirnya aku akhiri petualangan itu hingga tepat pukul 07.30.
Tak langsung aku beranjak dari tempat tidur, segera aku lirik si unyil. Aku buka dan aku klik mozila, yang pada akhirnya si f menggodaku agar aku mengunjunginya, dan tanpa pikir panjang segera aku turuti. Selang beberapa waktu pemberitahuan muncul tepatnya postingan Muhammad ihsan di forum komunikasi IAIN SA. Segera aku klik, dan akhirnya kaget luar biasa. Berita duka...
Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun,
Telah berpulang ke Hadirat Allah SWT,
Dosen kita tercinta Bapak Dr. Abdullah, Filsafat Hukum,
Moga Segala Amal baik beliau diterima disisi Nya . .
            “Pak Abdulloh..?? dosen Filsafat? Mungkinkah dosen Hadits juga? Ah .. mana mungkin.. nama Abdulloh tidak hanya satu.. “ penasaranku
Seketika itu aku langsung inbox salah satu teman yang ON saat itu, zulham tepatnya. Segera aku kirim pertanyaan itu, namun ia pun sama tak tahu, namun segera ia membalas inbox ku dan sejarah berkata lain. Ternyata memang benar. Pak Abdulloh. Innalillahi wainnailaihi rajiun..
Segera aku kabari teman-teman, namun tak ubahnya diriku yang tak mempercayai berita itu. Mengingat terakhir beliau mengajar kami, beliau masih terlihat baik-baik saja dan tak pernah ada kabar bahwa ia sakit. Sungguh, pagi itu membuatku takut. Satu hal yang dapat ku pelajari pagi ini ialah akan datangnya kematian. Kematian yang tak seorangpun tau akan datang menemui kita. Merupakan misteri yang tak akan lepas dari hidup ini. Sesungguhnya di balik kehidupan, niscaya akan datangnya kematian. Top of Form
Bottom of Form

Rabu, 12 Juni 2013

HIKAYAT MALAM




Kupandangi malam
Tatkala Rembulan tertawa
Tatkala bintang bak manikam yang bersorak sorai
Tatkala Angin lembut seketika memebelai
Menabur kesejukan yang tak terelakan
Aurora malam yang bersinggasana
Menambah keindahan warna
Menyatu dalam keindahan cerita
Mengarik untuk tetap terjaga
Bak surgawi sang haur yang menatapi indahnya malam
Sungguh pun bak handai dalam kesunyian
Bak penawar yang terhanyut  akan khayalan
Mananti akan keniscayaan.







SANG NENENDA



Wahai,
Engkau yang duduk kaku di sudut gedung,
Setiap detik menit meminta sedekah dan belas kasih
Meminta secercah kerelaan hati.
Wahai,
engkau yang lemah lunglai
Lalu lalang anak manusia yang bestari
Kerap melayang di hadapanmu
Melirik, melihat dan menorehkan jeritan hati
Memekik jiwa, tangis tak bernada
Seraya bersuara, tidak kah engkau kesepian?
Tidak kah engkau merasa bising?
Tidak kah engkau kedinginan dikala malam?
Tidak kah engkau kepanasan dikala siang?
Tidak kah engkau mempunyai anak cucu?
Tidak kah engkau mempunyai rumah?
Wahai,
Engkau, sang dekorasi kehidupan
Engkau yang yang membutuhkan uluran tangan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More