This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Mei 2013

Handai hati

Wahai cinta,
Kau hembuskan kesejukan dalam relung hati ini
Kau goreskan kesetiaan dalam raga ini
Bak biji yang kau tanam
Pada bilik-bilik kesucian hati
Kau rawat dengan tulus
Kau siram dengan seksama
Maka tumbuhlah pohon
Berdaun lebat, berbunga dan berbuah
Menjadi keindahan hidup
Menawarkan kesejukan arti keabadian
Keharuman cinta, bak kasturi yang kau tanamkan dalam hati
Kesucian dan keabadian cinta
Kan mewujudkan satu pohon yang kokoh
Wahai engaku cinta
Yang senantiasa menaungi galb  ini
Izinkan aku untuk menjaganya
Bermuara pada satu kesetiaan
Pada satu ketenangan malam
Pada titik muhasabah cinta

Rabu, 15 Mei 2013

DeWASA; tak semua orang dewasa bersikap dewasa



With the most gracious and the Most merciful…
Ternyata pada hari itu, tema kehidupan mengajarkan arti dewasa,…
Diam-diam, aku kutip dan ku tulis beberapa pernyataan mengenai arti atau bahkan filosofi mengenai arti DEWASA. Sungguh, sejatinya aku belum terlalu faham menganai arti dewasa itu sendiri.
Pertama, statusnya fesbuknya a' rafi ia tuliskan dalam kronologinya beberapa pekan lalu, bahwa "Orang dewasa tidak boleh diperlakukan seperti botol kosong"
kedua, status fesbuknya mba ziya, ia menuliskan bahwa "orang yang sudah Tua, tapi tidak bertanggung jawab, itu belum Dewasa namanya"
Ketiga, dalam waktu bersamaan juga, ketika saya hendak mengikuti perkuliahan HUKUM PERIBADATAN ISLAM, bahwa di sesi-sesi penjelasannya Bapak dosen bercerita dan menyelipkan satu untaian kata yang menurutku sungguh penting, dan patut untuk direnungkan. yaitu "kedewasaan adalah tanggung jawab, semakin ia bertambah dewasa maka semakin besar pula tanggung jawabnya"
Keempat, setelah saya selesai mengikuti perkuliahan HPI tadi, tiba-tiba mba ku menagih tugas LPJ ku yang sudah beberapa hari ini belum kelar-kelar, aku pun serentak berkata " aduh mba, susah banget, ini data-data nya belum terkumpul semua dari tiap divisi, mana tugas numpuk lagi, pasrah saya mba.." dengan sepontan dan sempet ku termenung akan nasehatnya kepada ku, ia pun berkata "ngga papa dek, jangan jadi pikiran, santai saja, jadikan ini proses pendewasaan mu.. "
Terakhir, lagi-lagi mengenai arti dewasa itu sendiri. ketika saya hendak mengikuti pembelajaran malam, yang kebetulan malam itu adalah jadwal pembelajarannya mengenai Hadits Akhlak, yups... pelajaran favoritku. Betapa tidak... Ustadz yang mengajarnya pun sungguh sejuk dan tenang jika beliau menjelaskan, selalu dibumbui dengan kata-kata hikmah. Hal ini  yang selalu memicu saya untuk tidak pernah Absen, bahkan berusaha untuk datang ke kelas lebih awal, meskipun pada kenyataannya, saya tetap kalah dengan yang lainnya. Malam itu, Ustadz menjelaskan mengenai Hadits dengan tema "tarku ma la ya'ni muslim" , tema yang inspiratif. Beliau menjelaskan hadits ini dengan detail, saya kerap mendengarkannya dengan seksama, dan di tengah-tengah penjelasannya, beliau menyisipkan satu untaian hikmah "Kedewasaan seseorang dipengaruhi dengan masa mudanya seseorang" tak lupa aku mencatatnya dengan segera.
Yups, sekelumit pernyataan mengenai arti dewasa atau bahkan arti kedewasaan. Namun, jika semua pernyataan ini  saya SIMPULKAN, sejatinya saya tak mampu tuk melakukaknya. Yang jelas, hanya satu yang saya fahami dari semua ini, pernyataan “TALK LESS DO MORE” pun mempunyai arti yang tersirat bahwa ada tuntutan menjadi orang yang lebih dewasa.
Subhanalloh… belum selesai aku posting tulisan ini, sms hikmah pun aku terima. Yups, dari agen AaGym:
“Percayalah,.. siapa yang gigih memperbaiki diri karena Allah. Maka pada saat yang sama ia sudah memperbaiki yang lainnya”
So… Teteh sareng Aa…
Gimana  atuh hartosna dewasa teh… ???
Heee.  ;)





Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More