Wahai,
Engkau yang duduk kaku di sudut gedung,
Setiap detik menit meminta sedekah dan belas kasih
Meminta secercah kerelaan hati.
Wahai,
engkau yang lemah lunglai
Lalu lalang anak manusia yang bestari
Kerap melayang di hadapanmu
Melirik, melihat dan menorehkan jeritan hati
Memekik jiwa, tangis tak bernada
Seraya bersuara, tidak kah engkau kesepian?
Tidak kah engkau merasa bising?
Tidak kah engkau kedinginan dikala malam?
Tidak kah engkau kepanasan dikala siang?
Tidak kah engkau mempunyai anak cucu?
Tidak kah engkau mempunyai rumah?
Wahai,
Engkau, sang dekorasi kehidupan
Engkau yang yang membutuhkan uluran tangan



0 komentar:
Posting Komentar